Skip to main content

Gubernur Jabar Minim Aksi Soal Peningkatan UKM




KUNINGAN Calon Gubernur (cagub) Jawa Barat periode 2013-2018 dari Partai Golkar, Irianto MS Syafiuddin atau yang akrab disapa Kang Yance menyatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat pemerintah harus aktif melibatkan partisipasi warga masyarakat melalui kegiatan pembinaan bidang wirausaha.
Menurut cagub nomor urut dua (2) yang memiliki visi misi Jawa Barat Mulia (Makmur, Unggul, Lestari, Inovatif, Agamis) ini, pertumbuhan ekonomi melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) signifikan melalui pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) di desa-desa. “Karena tidak mungkin pemerintah mampu melakukan pertumbuhan ekonomi tanpa melibatkan kalangan pengusaha UKM. Itu kajian yang selama ini saya teliti,” jelasnya.
Untuk itu, mantan Bupati Indramayu dua periode ini berkeinginan membentuk lembaga masyarakat, baik dari kalangan pesantren, karang taruna, dan organisasi pemuda lainnya melalui pembinaan mental kewirausahaan dan ahlak SDM nya, kemudian disertai modal awal. “Saya ingin membentuk santri karya dari kalangan pesantren yang dididik jadi seorang wirausahawan yang kemudian diberikan modal,” ujar Kang Yance.
Seharusnya, pertumbuhan ekonomi melalui PAD Jawa Barat sangat berpotensi ditingkatkan lagi. Saat ini, pemerintah masih minim aksi menggalakkan UKM di desa-desa. “Pemerintah harus menyertakan modal dalam pelatihan UKM ke masyarakat. Seperti pelatihan bidang peternakan, pertanian dan perkebunan. Kemudian dilanjutkan dengan membentuk balai pelatihan kerja,” paparnya.
Minimnya peran pemerintah didukung dari belum terealisasinya penghapusan jumlah pengangguran di Jawa Barat. Dari jumlah 2 juta pengangguran, 80 persen dari warga miskin di pedesaan dan 20 persen warga miskin perkotaan

Comments

Popular posts from this blog

Sunda sebagai nama tempat

Istilah Sunda sebagai nama tempat, pertama kali disebut oleh ahli ilmu bumi dari Yunani, Ptolemaeus dalam bukunya tahun 150 Masehi, kata Prof Dr drs Edi Suhardi Ekadjati, dalam pidato pengukuhan dirinya selaku Guru Besar Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Tahun 1995. ( Prof Edi Suhardi Ekadjati dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat, 25 Maret 1945. Ia, suami Hj Utin Nur Husna dan dikaruniai empat anak. Edi adalah Sarjana Sastra Unpad (1971), kemudian melanjutkan studi di Program Filologi untuk Sejarah, Rikjsuniver siteit, Leiden (1975), lalu meraih Doktor di Universitas Indonesia (1979). Prof. Edi  telah Meninggal pada 1 Juni 2006 akibat serangan stroke kedua yang diawali oleh serangan jantung ) Mengutip buku Atmamihardja (1958: 8), Ptolemaeus menyebutkan, ada tiga buah pulau yang dinamai Sunda yang terletak di sebelah timur India. Berdasarkan informasi itu kemudian ahli-ahli ilmu bumi Eropa menggunakan kata Sunda untuk menamai wilayah dan beberapa...

Sejarah Jawa Barat

Jawa Barat termasuk provinsi yang berdiri sejak awal kemerdekaan. Provinsi ini ditetapkan oleh Panitian Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan bersama tujuh provinsi lainnya. Ke tujuh provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur Sumatera, Kalimantan, Sunda Kecil, Sulawesi, dan Maluku. Gubernur Jawa Barat pertama adalah Sutardjo Kartohadikusumo. Jawa Barat memiliki sejarah yang sangat tua. Dari alat-alat yang ditemukan dan diketahui berasal dari 600.000 tahun lalu, diperkirakan bahwa Jawa Barat sudah dihuni sejak tahun tersebut. Namun bentuk kehidupan manusia baru diketahui mulai tahun 2000 sebelum Masehi, yaitu, saat terjadinya migrasi besar-besaran dari kawasan selatan Cina ke wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Pada awal Masehi, penduduk Jawa Barat sudah menjalin hubungan dengan dunia luar sehingga pengaruh kebudayaan luar mulai masuk, seperti kebudayaan Hindu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya prasasti-prasasti dari zaman itu, ...

gempa di sukabumi

  BMKG Gempa 6.1 SR, 4 Juni 2012 pukul 18:18:13 WIB, 24 Km (121 km Barat Daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat). Akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Richter (SR), sedikitnya 85 rumah warga rusak. Wilayah Sagaranten, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, merupakan lokasi terbanyak yang ditemui kerusakan. "Wilayah Sagaranten Kecamatan Cidolog Desa Cidolog, 4 rusak ringan, 9 rusak sedang, 5 rusak berat. Desa Mekarjaya dan Desa Tegal Lega 10 rusak sedang, 6 rusak berat. Desa Cikarang 15 rusak sedang," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul, Senin (4/6/2012) malam. Di wilayah Tegal Buleud Desa Nangela, Kedusunan Cadas Malang, lanjutnya, sebanyak 18 rumah warga rusak ringan. Sedangkan di Kedusunan Pasir Salam, ada 18 rumah yang rusak ringan. Untuk korban luka, menurut Martinus, terdapat di wilayah Lengkong sebanyak dua orang, yang mengalami luka pada kepala, kaki, dan perut akibat terkena reruntuhan bangunan. G...